Trik Ngehack FB Orang Lain dengan mudah pasti akan senang di lakukan orang, membobol password akun fb ternyata banyak sekali yang ingin melakukannya, maklum saja ada yang memang benar-benar butuh untuk masuk akun facbook orang lain dan ada juga yang iseng membobol fb orang.
Karena banyaknya orang yang ngehack password facebook maka satika orang tersebut melakukan fb login dia sangat terkejtu saat mengetahui facebook kena bobol, wah para kan jika anda mengetahui password facebook orang lain dan mencoba untuk mengisenginya, apa anda sudah mebrpikir untuk membobol password fb orang.
Saya sendiri sebenranya takut untuk memberikan cara mengetahui password facebook teman, karena takut maregukan pengguna facebook yang lain dan berakibat pada kemarahan seseorang lalau kita akan mendapatkan dosa deh, bikir selali lagi bos sebelum melakukannya, kasian kan orang tersebut tidak bis update status fb lucu.
Facebook login selalu di lakukan para pengguna fb, jika anda ngehack password facebook orang lain maka akan sangat merugikan seseorang, jadi untuk itu cara mengetahui password fb teman urung saya berikan menimbang nilai perasaan orang lain, mohon maaf sebelumnya telah membuat anda kecewa.
JASAVIDEOSHOTING
memberikan jasa dokumentasi video shoting dan editing untuk acara : resepsi pernikahan, khitanan, ulang tahun, wisuda, seminar, company profile, Bazar, product launching, outbond, dll. Juga menerima jasa editing video klip, sinetron, dll. Contact Person : 08128199566
Sabtu, 10 September 2011
Minggu, 24 Juli 2011
Waspada,Video Mesum Rafi Ahmad & Yuni Shara di Facebook
Attention !!! :
Aksi mencuri data sensitif (Phising) yang dilakukan di Facebook dengan mengandalkan nama beken selebritis mulai mewabah. Apalagi yang diiming-imingi adalah video mesum. Nama Raffi Ahmad dan Yuni Shara pun didompleng untuk aksi kejahatan cyber ini.
Modus yang digunakan biasanya menggunakan sarana chatting di Facebook. Pelaku menyebar pesan di fasilitas chatting tersebut dengan pancingan yang tentunya menggoda mereka yang penasaran.
"lihat video mesum raffi ahmad ma yuni zhara. yg tertangkap salah satu camera CCTV di salah satu hotel di jakarta. nich situs/web videos : http://www.video-sex-party-indonesia.such.******/. kalau udah lihat langsung di hapus ya.....," tulisnya.
Jelas saja url di atas merupakan situs palsu yang cuma digunakan sebagai rayuan agar si penerima pesan masuk ke situs yang dimaksud. Setelah masuk, maka akan ada situs yang tampilannya mirip dengan Facebook.
Di sini, user diminta memasukkan username dan password akun Facebooknya. Nah, di bagian inilah pencurian informasi terjadi, data yang dimasukkan tersebut direkam ke situs palsu yang tampilannya mirip Facebook tersebut. Dan ketika log-in, user malah dibawa ke halaman situs porno dengan rentetan konten mesum di dalamnya.
Bagi mereka yang sudah terlanjur tertipu masalah belum selesai sampai di sini. Sebab, akun Facebook mereka selanjutnya bakal dikendalikan oleh si penjahat cyber.
Buktinya, detikINET pernah mendapat kiriman pesan serupa. Namun ketika ditanyakan langsung ke pemilik akunnya, ia mengaku tak pernah mengirimkan pesan apa-apa.
Pakar antivirus dari Vaksincom Alfons Tanudjaya mengatakan, dari domain yang digunakan ini merupakan aksi phising lokal. Pelaku selanjutnya menjalankan modus yang 'meminta tolong atau sumbangan sejumlah uang kepada temannya' dengan berbekal id akun Facebook korban.
Meski demikian, belum diketahui jumlah korban akibat penipuan tersebut. Namun dilihat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan Facebook, bukan tidak mungkin penipuan ini bakal menelan korban.
"Korban finansial dari modus ini belum ada, tapi usaha-usaha sudah banyak sekali," tandas Alfons, kepada detikINET.
Sungguh bahaya bukan? Untuk itu, bagi user yang merasa sudah menjadi korban aksi ini disarankan segera mengubah password akun Facebooknya. Selain itu, jangan lagi dengan mudahnya tertipu tawaran-tawaran serupa, apalagi dengan dalih video mesum artis!
Aksi mencuri data sensitif (Phising) yang dilakukan di Facebook dengan mengandalkan nama beken selebritis mulai mewabah. Apalagi yang diiming-imingi adalah video mesum. Nama Raffi Ahmad dan Yuni Shara pun didompleng untuk aksi kejahatan cyber ini.
Modus yang digunakan biasanya menggunakan sarana chatting di Facebook. Pelaku menyebar pesan di fasilitas chatting tersebut dengan pancingan yang tentunya menggoda mereka yang penasaran.
"lihat video mesum raffi ahmad ma yuni zhara. yg tertangkap salah satu camera CCTV di salah satu hotel di jakarta. nich situs/web videos : http://www.video-sex-party-indonesia.such.******/. kalau udah lihat langsung di hapus ya.....," tulisnya.
Jelas saja url di atas merupakan situs palsu yang cuma digunakan sebagai rayuan agar si penerima pesan masuk ke situs yang dimaksud. Setelah masuk, maka akan ada situs yang tampilannya mirip dengan Facebook.
Di sini, user diminta memasukkan username dan password akun Facebooknya. Nah, di bagian inilah pencurian informasi terjadi, data yang dimasukkan tersebut direkam ke situs palsu yang tampilannya mirip Facebook tersebut. Dan ketika log-in, user malah dibawa ke halaman situs porno dengan rentetan konten mesum di dalamnya.
Bagi mereka yang sudah terlanjur tertipu masalah belum selesai sampai di sini. Sebab, akun Facebook mereka selanjutnya bakal dikendalikan oleh si penjahat cyber.
Buktinya, detikINET pernah mendapat kiriman pesan serupa. Namun ketika ditanyakan langsung ke pemilik akunnya, ia mengaku tak pernah mengirimkan pesan apa-apa.
Pakar antivirus dari Vaksincom Alfons Tanudjaya mengatakan, dari domain yang digunakan ini merupakan aksi phising lokal. Pelaku selanjutnya menjalankan modus yang 'meminta tolong atau sumbangan sejumlah uang kepada temannya' dengan berbekal id akun Facebook korban.
Meski demikian, belum diketahui jumlah korban akibat penipuan tersebut. Namun dilihat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan Facebook, bukan tidak mungkin penipuan ini bakal menelan korban.
"Korban finansial dari modus ini belum ada, tapi usaha-usaha sudah banyak sekali," tandas Alfons, kepada detikINET.
Sungguh bahaya bukan? Untuk itu, bagi user yang merasa sudah menjadi korban aksi ini disarankan segera mengubah password akun Facebooknya. Selain itu, jangan lagi dengan mudahnya tertipu tawaran-tawaran serupa, apalagi dengan dalih video mesum artis!
Sabtu, 25 Juni 2011
Biografi Imam Syafi'i
Tahun 150 H, seorang bayi lahir dari rahim seorang Muslimah di Gazza. Entah kebetulan atau tidak, kelahirannya sarat dengan isyarat-isyarat yang menakjubkan. Pada hari lahirnya, dua ulama besar meninggal dunia, mufti terkenal Hijaz yaitu Imam Ibnu Juraij dan pendiri mazhab Hanafi, yaitu Imam Abu Hanifah.
Sewaktu hamil, sang ibu bermimpi melihat bintang keluar dari perutnya, membubung tinggi ke atas, lalu pecah tercerai berai di langit menerangi daerah-daerah sekelilingnya. Dalam prediksi para ahli, hal itu pertanda akan lahir seorang bayi yang nantinya memiliki pengetahuan yang luas. Bayi itu tidak lain adalah Muhammad bin Idris yang kemudian lebih akrab dengan sebutan Imam asy-Syafii. Ternyata, berpuluh-puluh tahun kemudian, Imam asy-Syafii menjadi mujtahid muthlaq seakan menjawab takwil dari mimpi sang ibu.
Imam Asy-Syafii menyuguhkan sosok pemikiran fikih yang segar, baru dan moderat antara fikih tradisionalis dan fikih rasionalis. Konsep dan teori fikihnya mencoba mengambil jalan tengah antara dua kutub kecendrungan intelektual yang berbeda: antara aliran Hadits (ahl al-Hadîts) dan aliran rasional (ahl ar-ra’yi).
Posisi beliau sebagai penengah sekaligus pendatang baru ini tidak membuat ide-idenya kalah pamor. Imam asy-Syafii tampil mengimbangi perputaran mazhab pemikiran di zamannya. Imam asy-Syafii mendapatkan sorotan tajam, diteliti, diuji, lalu mulai diminati dan bahkan akhirnya diikuti.
Pengalaman-pengalaman apa saja yang membentuk fikih asy-Syafii? Untuk mengetahui hal ini, kita perlu menjelajahi jejak pengembaraan intelektualnya dari jenjang terendah sampai jenjang yang lebih tinggi.
Awal Belajar
Sebelum Imam asy-Syafii muncul sebagai mujtahid besar dengan mazhab yang baru, asy-Syafii mengumpulkan perangkat ijtihadnya melalui proses belajar yang panjang. Fikih asy-Syafii merupakan rumusan baru dari berbagai komposisi fikih yang beliau pelajari semasa hidupnya.
Tempat yang menjadi ‘madrasah’ pertama bagi Imam asy-Syafii adalah kota Mekah. Beliau sudah singgah di Kota Suci itu sejak dibawa oleh sang ibu saat masih berusia dua tahun. Dalam proses belajar yang dijalaninya, asy-Syafii menampakkan kelebihan sebagai cikal bakal bibit unggul seorang ulama. Pada usia 9 tahun saja, beliau sudah bisa menghapal 30 juz al-Qur’an dengan lancar, dan satu tahun berikutnya, beliau sudah mampu membaca kitab Muwattha’, salah satu karya fenomenal Imam Malik.
Bakat dan kecerdasan asy-Syafii sangat membantunya untuk menguasai seluk-beluk bahasa Arab dan ilmu tata bahasanya. Beliau mempelajari bahasa Arab langsung dari sumber yang aslinya, yaitu kabilah-kabilah pedalaman yang bahasanya masih belum tercampur oleh bahasa asing.
Pada usia 15 tahun, asy-Syafii sudah menjadi seorang mufti, sebanding dengan para ulama sepuh di zamannya. Ulama-ulama Mekah yang berjasa menularkan ilmunya kepada Imam asy-Syafii adalah Imam Sufyan bin Uyainah, Muslim bin Khalid az-Zanji dan Said bin Salim al-Qaddah. Mereka merupakan murid-murid dari ulama Tabiin yang keilmuannya sangat masyhur, di antaranya Mujahid bin Jabr yang terkenal dengan periwayatannya tentang qaul-qaul Ibnu Abbas mengenai tafsir al-Qur’an; ‘Atha’ bin Abi Rabah, pakar fikih Mekah yang dikenal dengan ilmu manasik hajinya yang lengkap; dan Thawus bin Kisan yang menjabat sebagai mufti sekaligus salah satu murid spesial Ibn Abbas. Bila dirunut lebih jauh, fikih Mekah sejatinya berafiliasi pada dua sahabat besar, yaitu Muadz bin Jabal dan Abdullah bin Abbas.
Setelah dari Mekah, asy-Syafii dalam usia 13 tahun berpindah ke daerah sebelahnya, Madinah, daerah yang pernah didiami Rasulullah r selama kurang lebih 10 tahun. Madinah merupakan salah satu gudang ilmu yang dihuni oleh tokoh-tokoh Shahabat semisal Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman, Ali bin Abi Thalib, Abbdullah bin Umar, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Abbas dan Aisyah. Ilmu mereka menurun pada Tabiin, di antaranya Said bin Musayyib, Urwah bin az-Zubair dan lain-lain. Kemudian berpindah pada kalangan Tabi’ut Tabiin seperti Ibnu Syihab az-Zuhri, Nafi` mantan budak Umar bin Khattab, Rabiah ar-Ra’yi, Yahya bin Said dan Abu az-Zannad Abdullah bin Dzakwan. Hingga pada akhirnya beralih ke Imam asy-Syafii melalui perantara Abdul Aziz ad-Darawardi, Abdullah bin Nafi` dan Imam Malik.
Selama di Madinah, Imam asy-Syafii berhasil merampungkan belajar fikih Maliki sampai wafatnya sang guru, Imam Malik, pada tahun 179 H. Imam asy-Syafii menguasai corak dan metodologi fikih ala Mazhab Maliki yang notabenenya merupakan aliran Hadits (ahl al-Hadîts).
Mazhab Maliki menyatakan bahwa Hadits Âhâd (Hadits yang jalur riwayatnya tidak banyak) yang sahih atau hasan harus didahulukan sebagai dasar hukum dibanding dari qiyâs (analogi). Hanya saja, menurut Mazhab Maliki Hadits Âhâd tidak bisa dipakai sebagai dasar hukum jika berlawanan dengan perbuatan penduduk Madinah. Karena suatu perbuatan yang diterima oleh khalayak ramai, posisinya sama dengan riwayat yang masyhur, sehingga harus didahulukan ketimbang riwayat yang hanya dibawa oleh satu orang saja.
Belajar lagi dan LagiSetelah mangkatnya imam Malik, asy-Syafii melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke negeri di ujung selatan Semenanjung Arab, yaitu Yaman. Lingkungan dan kondisi Yaman—dengan corak sosial budaya lokalnya dan kedudukan asy-Syafii yang pada waktu itu menjabat sebagai sekretaris gubernur plus mufti—merupakan suatu tantangan dan pengalaman baru yang menuntut lebih aktifnya Imam asy-Syafii dalam memahami latar belakang persoalan dan mencoba menghubungkannya dengan konsep fikih yang dimilikinya.
Kenyataan tentunya akan memberikan pengaruh yang baru bagi pola mazhab yang dirancang oleh Imam asy-Syafii. Dan, di Yaman ini beliau juga banyak meraup Hadits dan berbagai ilmu lainya dari para ulama Yaman seperti Abu Ayyub Muthraf bin Mazin al-Shan’ani, Abu Abdirrahman Hisyam bin Yusuf , Amr bin Abi Salmah (murid imam al-Auzai), dan Yahya bin Hassan (salah satu ulama pengikut Imam al-Laits bin Sa’d. Fikih mereka berpangkal pada Shahabat Mu`adz bin Jabal, Khalid bin Walid dan Ali bin Abi Thalib.
Ketegaran dan komitmen asy-Syafii dalam menegakkan hukum Islam menyebabkan rasa dendam pada orang-orang yang tidak menyukainya. Oleh karena itu, pada tahun 184 H, asy-Syafii harus berlawat ke Baghdad menemui Khalifah Harun ar-Rasyid karena dituduh menjadi penyebar ajaran syiah. Namun, beliau berhasil bebas dengan terhormat setelah terbukti tidak bersalah.
Kesempatan pergi ke Iraq, merupakan peluang besar untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuannya. Kebetulan kondisi sosial dan kecenderungan intelektual Iraq, terutama Baghdad, beda jauh dengan Hijaz dan Yaman. Sebagai ibukota Dinasti Abbasiyah tentu saja Baghdad menjadi kota dengan kemajuan peradaban yang luar biasa. Baghdad adalah pusat pertanian, perdagangan, ilmu pengetahuan, penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya.
Hijaz (Mekah, Madinah sampai Yaman) unggul karena kekayaan khazanah Haditsnya, sedangkan Iraq memiliki perbendaharaan Hadits yang minim. Corak fikih di Iraq lebih banyak menggunakan pertimbangan akal dibanding fikih Hijaz. Fikih Iraq merupakan warisan Shahabat Abdullah bin Mas’ud yang kemudian diusung oleh Abu Hanifah, seorang mujtahid besar dan pendiri Mazhab Hanafi. Selanjutnya, fikih tersebut diwarisi oleh Waki’ bin al-Jarrah dan Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibani. Kepada mereka berdualah, Imam asy-Syafii berguru fikih di Iraq.
Setelah cukup lama malang melintang ke berbagai wilayah, Imam asy-Syafii akhirnya kembali ke Mekah. Di sana, beliau mengajar dan aktif menyebarkan ilmu.
Dengan pengembaraan yang luar biasa ini, Imam asy-Syafii memiliki sekian banyak perbandingan. Dalam diri beliau terkumpul serpihan demi serpihan gagasan, yang siap untuk dirumuskan dan diolah menjadi buah pemikiran yang segar.
Kelahiran dan Pertumbuhan Mazhab asy-Syafii
Setelah mengantongi seabrek pemikiran fikih dari Mekah, Madinah, Yaman dan Iraq, maka pada tahun 195 H, Imam asy-Syafii mendeklarasikan mazhabnya yang baru. Hal ini terjadi bersamaan dengan kunjungan beliau ke Baghdad untuk kedua kalinya. Pada momen-momen inilah pemikiran Imam asy-Syafii memasuki tahap pengujian sebelum akhirnya diterima masyarakat luas. Dengan intens, Imam asy-Syafii menyebarkan mazhabnya di Iraq sekitar 2 tahun, baik lewat lisan maupun tulisan. Di Baghad beliau menulis kitab ar-Risâlah yang kemudian menjadi pelopor lahirnya ilmu ushul fikih. Imam asy-Syafii memiliki para pengikut (ashâb) seperti Imam Ahmad bin Hanbal, az-Za’farani, al-Karabisi dan Abu Tsaur. Seluruh pendapat dan karya Imam asy-Syafii selama berada Baghdad ini kemudian disebut dengan qaul qadîm (pendapat lama dari Imam asy-Syafii).
Kematangan dan Kesempurnaan Mazhab asy-Syafii
Titik awal tahap ini dimulai sejak kedatangan Imam asy-Syafii ke Mesir pada akhir-akhir tahun 199 H sampai wafatnya tahun 204 H. Meskipun dalam kurun waktu yang sebentar, yaitu tidak lebih dari 5 tahun dari sisa usianya, masa-masa ini merupakan masa-masa yang menebarkan keharuman dan keagungan Imam asy-Syafi`i. Masa-masa yang penuh dengan inovasi dan kreasi-kreasi subur dari hasil kerja olah pikir Imam asy-Syafii. Pergumulannya dengan para ulama dan pemikiran-pemikiran di Mesir serta pengamatannya yang tajam terhadap kondisi sosial budaya dan kemasyarakatan yang berbeda dengan daerah Hijaz dan Iraq, membuat Imam asy-Syafii menengok kembali pendapat-pendapat yang pernah beliau publikasikan sewaktu berada di Baghdad (qaul qadîm). Imam Syafii pun mengeluarkan revisi atas qaul qadîm-nya. Revisi ini yang kemudian lebih dikenal dengan istilah qaul jadîd. Pemikiran-pemikiran barunya dibukukan ke berbagai kitab, di antaranya kitab al-Ummu yang menjadi salah satu kitab induk dalam mazhab asy-Syafii.
Inovasi-inovasi asy-Syafii ini membuat beberapa ulama-ulama besar dari mazhab lain berbelok arah menjadi pengikutnya, seperti Imam al-Muzani yang sebelumnya bermazhab Hanafi dan al-Buwaithi yang pada awalnya menganut Mazhab Maliki.
**********
Sampai di sini, kita tahu betapa keras perjuangan Imam asy-Syafii dalam melakoni proses pencarian jati diri pemikirannya. Berkat perjuangan, pengembaraan, dan kemauan yang tak kenal lelah, didukung dengan kecerdasan yang tinggi, Allah menganugerahi Imam asy-Syafii kemampuan untuk menjadi mujtahid. Ijtihadnya melahirkan fikih yang matang dan akomodatif, akumulasi dari fikih Hijaz, Iraq, Yaman, dan Mesir. Inilah fikih yang mengeksplorasi kekayaan tradisi dengan pemahaman mendalam tentang dalil-dalil syariat.[ www.sidogiri.com ]
Jumat, 24 Juni 2011
10 golongan yang tidak akan masuk surga
Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!
Selasa, 31 Mei 2011
19 Tanda Kematian yang mulia
MEMANG amat tersentuh dan mengalir air mata ketika melihat jenazah adik-adik kecil yang dipanggil Pemiliknya. Mereka dikebumikan serentak dalam satu lahad.
Takziah kepada keluarga mangsa semoga tabah menghadapi ujian kehilangan yang tersayang. Al-Imam Qurtubi pernah merakamkan hadis nabi yang bermaksud, mati mengejut bagi orang yang baik adalah nikmat manakala mati mengejut bagi yang zalim dan jahat adalah azab.
Memang sedih apabila de ngar berita kematian, tapi bagi yang tahu kategori kematian, ada anugerah di sebalik itu iaitu mati syahid.
Bagi keluarga yang sedang bersedih dengan tragedi terbabit, sedikit hiburan dari tulisan kali ini.
Ini kerana di sana ada satu senarai pakej kematian yang sangat mulia iaitu husnul khatimah atau mati syahid terutama di senarai yang ke lapan dan kesembilan dalam tulisan ini.
Pertama: Mereka yang dapat mengucapkan syahadah menjelang kematian sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadis sahih, antaranya Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “(Barang siapa yang ucapan terakhirnya Laa ilaaha illallah maka dia masuk syurga).” (Hadis Hasan)
Kedua: Kematian yang disertai dengan basahnya kening dengan keringat atau peluh berdasarkan hadis Buraidah bin Hushaib r.a: Dari Buraidah bin Khusaib r.a (bahawa ketika dia berada di Khurasan sedang membesuk seorang sahabatnya yang sakit dia mendapatinya sudah meninggal tiba-tiba keningnya berkeringat maka dia berkata: Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Kematian seorang mukmin disertai keringat di keningnya). (Hadis Sahih)
Ketiga: Mereka yang (baik-baik dan soleh) meninggal dunia pada malam Jumaat atau siangnya berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w (tidaklah seorang Muslim yang meninggal pada hari Jumaat atau malam Jumaat melainkan Allah melindunginya daripada seksa kubur).
Keempat: Meninggal dalam keadaan syahid di medan perang sebagaimana ertinya: (Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahawa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah mati, tetapi mereka hidup diberi rezeki di sisi Tuhan mereka. Mereka bergembira dengan kurnia yang diberikan Allah kepada mereka dan memberi khabar gembira kepada orang yang belum mengikuti mereka di belakang janganlah mereka takut dan sedih. Mereka memberi khabar gembira dengan kenikmatan dari Allah dan kurnia-Nya dan bahawa Allah tidak mensia-siakan balasan bagi orang-orang beriman). (Surah Ali Imran ayat 169-171)
Rasulullah s.a.w bersabda: “(Orang yang syahid mendapat kan enam perkara: Diampuni dosanya sejak titisan darahnya yang pertama, diperlihatkan tempatnya dalam syurga, dijauhkan dari seksa kubur, diberi keamanan dari goncangan yang dahsyat di hari kiamat, dipakaikan mahkota keimanan, dinikahkan dengan bidadari syurga, diizinkan memberi syafaat bagi tujuh puluh anggota keluarganya.”
Kelima: Mereka yang meninggal ketika berjuang di jalan Allah (bukan terbunuh) berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w: “(Apa yang kalian nilai sebagai syahid antara kalian? Mereka berkata: Ya Rasulullah siapa yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid. Beliau berkata: (Jadi sesungguhnya syuhada’ umatku sedikit ). Mereka berkata: Lalu siapa mereka Ya Rasulullah?
Baginda berkata: (Barang siapa yang terbunuh di jalan Allah syahid, barang siapa yang mati di jalan Allah syahid, barang siapa yang mati kerana wabak taun syahid, barang siapa yang mati kerana penyakit perut syahid dan orang yang tenggelam syahid).”
Keenam: Mati kerana satu wabak penyakit taun berdasarkan beberapa hadis antaranya: Rasulullah s.a.w bersabda: (Wabak taun adalah kesyahidan bagi setiap Muslim).
Ketujuh: Mereka yang mati kerana penyakit dalam perut berdasarkan hadis di atas.
Kelapan dan kesembilan: Mereka yang mati kerana teng gelam dan terkena runtuhan berdasarkan sabda Nabi s.a.w yang bermaksud: (Syuhada ada lima: yang mati kerana wabak taun, kerana penyakit perut, yang tenggelam, yang terkena runtuhan dan yang syahid di jalan Allah).
Kesepuluh: Mereka yang matinya seorang wanita dalam nifasnya disebabkan melahirkan anaknya: Dari Ubadah bin Shamit r. a bahawa Rasulullah s.a.w menjenguk Abdullah bin Rawahah dan berkata: Beliau tidak berpindah dari tempat tidurnya lalu berkata: Tahukah kamu siapa syuhada’ dari umatku? Mereka berkata: Terbunuhnya seorang Muslim adalah syahid. Beliau berkata: (Jadi sesungguhnya para syuhada’ umatku, terbunuhnya seorang Muslim syahid, mati kerana wabak taun syahid, wanita yang mati kerana janinnya syahid (ditarik oleh anaknya dengan tali arinya ke syurga).
Kesebelas dan kedua belas: Mereka yang mati kerana terbakar dan sakit bengkak panas yang menimpa selaput dada di tulang rusuk, ada beberapa hadis yang terkait yang paling masyhur: Dari Jabir bin ‘Atik dengan sanad marfu’: (Syuhada’ ada tujuh selain terbunuh di jalan Allah: yang mati kerana wabak tha’un syahid, yang tenggelam syahid, yang mati kerana sakit bengkak yang panas pada selaput dada syahid, yang sakit perut syahid, yang mati terbakar syahid, yang mati terkena runtuhan syahid, dan wanita yang mati setelah melahirkan syahid).
Ketiga belas: Mereka yang mati kerana sakit TB berdasarkan hadis: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Terbunuh di jalan Allah syahid, wanita yang mati kerana melahirkan syahid, orang yang terbakar syahid, orang yang tenggelam syahid, dan yang mati kerana sakit TB syahid, yang mati kerana sakit perut syahid). (Hadis Hasan)
Keempat belas: Mereka yang mati kerana mempertahankan hartanya yang hendak dirampas. Dalam hal itu ada beberapa hadis di antaranya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Barang siapa yang terbunuh kerana hartanya (dalam riwayat: barang siapa yang hartanya diambil tidak dengan alasan yang benar lalu dia mempertahankannya dan terbunuh) maka dia syahid).
Kelima belas dan keenam belas: Mereka yang mati kerana mempertahankan agama dan dirinya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Barang siapa yang terbunuh kerana hartanya syahid, barang siapa yang terbunuh kerana keluarganya syahid, barang siapa yang terbunuh kerana agamanya syahid, barang siapa yang terbunuh kerana darahnya syahid).
Ketujuh belas: Mereka yang mati dalam keadaan ribath (berjaga di perbatasan)
di jalan Allah. Ada dua hadis dalam hal itu salah satunya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Ribath sehari semalam lebih baik dari berpuasa dan qiyamul lail selama sebulan, dan jika mati maka akan dijalankan untuknya amalan yang biasa dikerjakannya, akan dijalankan rezekinya dan di amankan dari fitnah).
Kelapan belas: Mati ketika melakukan amal soleh berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Barang siapa yang mengucapkan: Laa ilaaha illallah mengharapkan wajah Allah lalu wafat setelah mengucapkannya maka dia masuk syurga, barang siapa berpuasa satu hari mengharapkan wajah Allah lalu wafat ketika mengerjakannya maka dia masuk syurga, barang siapa yang bersedekah dengan satu sedekah meng harapkan wajah Allah lalu wafat ketika mengerjakannya maka dia masuk syurga).
Kesembilan belas: Mereka yang dibunuh oleh penguasa yang zalim kerana memberi nasihat kepadanya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Penghulu para Syuhada’ adalah Hamzah bin Abdul Mutalib dan seseorang yang mendatangi penguasa yang zalim lalu dia memerintahkan yang baik dan melarang dari yang mungkar lalu dia dibunuh nya) Hadis dikeluarkan oleh Al-Hakim dan disahihkannya dan Al Khatib.
Sama-samalah kita berdoa agar kita sama termasuk dalam senarai di atas. Amin Ya Rabbal ‘aalamin
Takziah kepada keluarga mangsa semoga tabah menghadapi ujian kehilangan yang tersayang. Al-Imam Qurtubi pernah merakamkan hadis nabi yang bermaksud, mati mengejut bagi orang yang baik adalah nikmat manakala mati mengejut bagi yang zalim dan jahat adalah azab.
Memang sedih apabila de ngar berita kematian, tapi bagi yang tahu kategori kematian, ada anugerah di sebalik itu iaitu mati syahid.
Bagi keluarga yang sedang bersedih dengan tragedi terbabit, sedikit hiburan dari tulisan kali ini.
Ini kerana di sana ada satu senarai pakej kematian yang sangat mulia iaitu husnul khatimah atau mati syahid terutama di senarai yang ke lapan dan kesembilan dalam tulisan ini.
Pertama: Mereka yang dapat mengucapkan syahadah menjelang kematian sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadis sahih, antaranya Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “(Barang siapa yang ucapan terakhirnya Laa ilaaha illallah maka dia masuk syurga).” (Hadis Hasan)
Kedua: Kematian yang disertai dengan basahnya kening dengan keringat atau peluh berdasarkan hadis Buraidah bin Hushaib r.a: Dari Buraidah bin Khusaib r.a (bahawa ketika dia berada di Khurasan sedang membesuk seorang sahabatnya yang sakit dia mendapatinya sudah meninggal tiba-tiba keningnya berkeringat maka dia berkata: Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Kematian seorang mukmin disertai keringat di keningnya). (Hadis Sahih)
Ketiga: Mereka yang (baik-baik dan soleh) meninggal dunia pada malam Jumaat atau siangnya berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w (tidaklah seorang Muslim yang meninggal pada hari Jumaat atau malam Jumaat melainkan Allah melindunginya daripada seksa kubur).
Keempat: Meninggal dalam keadaan syahid di medan perang sebagaimana ertinya: (Dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahawa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah mati, tetapi mereka hidup diberi rezeki di sisi Tuhan mereka. Mereka bergembira dengan kurnia yang diberikan Allah kepada mereka dan memberi khabar gembira kepada orang yang belum mengikuti mereka di belakang janganlah mereka takut dan sedih. Mereka memberi khabar gembira dengan kenikmatan dari Allah dan kurnia-Nya dan bahawa Allah tidak mensia-siakan balasan bagi orang-orang beriman). (Surah Ali Imran ayat 169-171)
Rasulullah s.a.w bersabda: “(Orang yang syahid mendapat kan enam perkara: Diampuni dosanya sejak titisan darahnya yang pertama, diperlihatkan tempatnya dalam syurga, dijauhkan dari seksa kubur, diberi keamanan dari goncangan yang dahsyat di hari kiamat, dipakaikan mahkota keimanan, dinikahkan dengan bidadari syurga, diizinkan memberi syafaat bagi tujuh puluh anggota keluarganya.”
Kelima: Mereka yang meninggal ketika berjuang di jalan Allah (bukan terbunuh) berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w: “(Apa yang kalian nilai sebagai syahid antara kalian? Mereka berkata: Ya Rasulullah siapa yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid. Beliau berkata: (Jadi sesungguhnya syuhada’ umatku sedikit ). Mereka berkata: Lalu siapa mereka Ya Rasulullah?
Baginda berkata: (Barang siapa yang terbunuh di jalan Allah syahid, barang siapa yang mati di jalan Allah syahid, barang siapa yang mati kerana wabak taun syahid, barang siapa yang mati kerana penyakit perut syahid dan orang yang tenggelam syahid).”
Keenam: Mati kerana satu wabak penyakit taun berdasarkan beberapa hadis antaranya: Rasulullah s.a.w bersabda: (Wabak taun adalah kesyahidan bagi setiap Muslim).
Ketujuh: Mereka yang mati kerana penyakit dalam perut berdasarkan hadis di atas.
Kelapan dan kesembilan: Mereka yang mati kerana teng gelam dan terkena runtuhan berdasarkan sabda Nabi s.a.w yang bermaksud: (Syuhada ada lima: yang mati kerana wabak taun, kerana penyakit perut, yang tenggelam, yang terkena runtuhan dan yang syahid di jalan Allah).
Kesepuluh: Mereka yang matinya seorang wanita dalam nifasnya disebabkan melahirkan anaknya: Dari Ubadah bin Shamit r. a bahawa Rasulullah s.a.w menjenguk Abdullah bin Rawahah dan berkata: Beliau tidak berpindah dari tempat tidurnya lalu berkata: Tahukah kamu siapa syuhada’ dari umatku? Mereka berkata: Terbunuhnya seorang Muslim adalah syahid. Beliau berkata: (Jadi sesungguhnya para syuhada’ umatku, terbunuhnya seorang Muslim syahid, mati kerana wabak taun syahid, wanita yang mati kerana janinnya syahid (ditarik oleh anaknya dengan tali arinya ke syurga).
Kesebelas dan kedua belas: Mereka yang mati kerana terbakar dan sakit bengkak panas yang menimpa selaput dada di tulang rusuk, ada beberapa hadis yang terkait yang paling masyhur: Dari Jabir bin ‘Atik dengan sanad marfu’: (Syuhada’ ada tujuh selain terbunuh di jalan Allah: yang mati kerana wabak tha’un syahid, yang tenggelam syahid, yang mati kerana sakit bengkak yang panas pada selaput dada syahid, yang sakit perut syahid, yang mati terbakar syahid, yang mati terkena runtuhan syahid, dan wanita yang mati setelah melahirkan syahid).
Ketiga belas: Mereka yang mati kerana sakit TB berdasarkan hadis: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Terbunuh di jalan Allah syahid, wanita yang mati kerana melahirkan syahid, orang yang terbakar syahid, orang yang tenggelam syahid, dan yang mati kerana sakit TB syahid, yang mati kerana sakit perut syahid). (Hadis Hasan)
Keempat belas: Mereka yang mati kerana mempertahankan hartanya yang hendak dirampas. Dalam hal itu ada beberapa hadis di antaranya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Barang siapa yang terbunuh kerana hartanya (dalam riwayat: barang siapa yang hartanya diambil tidak dengan alasan yang benar lalu dia mempertahankannya dan terbunuh) maka dia syahid).
Kelima belas dan keenam belas: Mereka yang mati kerana mempertahankan agama dan dirinya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Barang siapa yang terbunuh kerana hartanya syahid, barang siapa yang terbunuh kerana keluarganya syahid, barang siapa yang terbunuh kerana agamanya syahid, barang siapa yang terbunuh kerana darahnya syahid).
Ketujuh belas: Mereka yang mati dalam keadaan ribath (berjaga di perbatasan)
di jalan Allah. Ada dua hadis dalam hal itu salah satunya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Ribath sehari semalam lebih baik dari berpuasa dan qiyamul lail selama sebulan, dan jika mati maka akan dijalankan untuknya amalan yang biasa dikerjakannya, akan dijalankan rezekinya dan di amankan dari fitnah).
Kelapan belas: Mati ketika melakukan amal soleh berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Barang siapa yang mengucapkan: Laa ilaaha illallah mengharapkan wajah Allah lalu wafat setelah mengucapkannya maka dia masuk syurga, barang siapa berpuasa satu hari mengharapkan wajah Allah lalu wafat ketika mengerjakannya maka dia masuk syurga, barang siapa yang bersedekah dengan satu sedekah meng harapkan wajah Allah lalu wafat ketika mengerjakannya maka dia masuk syurga).
Kesembilan belas: Mereka yang dibunuh oleh penguasa yang zalim kerana memberi nasihat kepadanya: Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: (Penghulu para Syuhada’ adalah Hamzah bin Abdul Mutalib dan seseorang yang mendatangi penguasa yang zalim lalu dia memerintahkan yang baik dan melarang dari yang mungkar lalu dia dibunuh nya) Hadis dikeluarkan oleh Al-Hakim dan disahihkannya dan Al Khatib.
Sama-samalah kita berdoa agar kita sama termasuk dalam senarai di atas. Amin Ya Rabbal ‘aalamin
Langganan:
Entri (Atom)